OLEH-OLEH DARI ABANG
Abang : “Hai Butet kalau abang pulang dari Jakarta kamu minta apa?”
Butet : “Sekarang kan udah zamannya modern aku minta HP lah Bang”
Abang : “Bagus permintaan kamu nanti abang bawakan”
Abang : “Hai Sinaga kamu minta apa?”
Sinaga : “Aku minta kaca mata biar kaya artis di TV.”
Abang : “Oh.. tenang nanti abang bawakan”
Abang : “Siburian kamu mau dibawakan apa?”
Siburian : “Aku minta dompet kulit yang asli Bang, disini khan tiruan semua”
Abang : “Oh.. gampang nanti abang bawakan…”
Abang : “Ucok kamu mau dibawakan apa?”
Ucok : “Kebetulan bang, aku nggak punya ikat pinggang, kau bawakan aku ikat pinggang sajalah.”
Abang : “Susah kali permintaan kau itu… kalau HP, kacamata, dompet
mudah ku dapatkan, tapi ikat pinggang… susah kali kutarik itu dari
pinggang orang…”
DUA PRIA DI AKHIRAT
Ada dua pria, baru saja meninggal, sedang menunggu nasib di pintu akhirat, karena iseng, mereka kemudian mengobrol.
Pria 1 : “Sebab apa kamu meninggal ?”.
Pria 2 : “Mati beku”.
Pria 1 : “Bagaimana rasanya mati beku ?”.
Pria 2 : “Nggak terlalu sakit, mula2x merasa dingin, lalu merasa badan
mulai beku, dan selanjutnya gampang saja, tahu2x saya sudah berada di
sini, lha situ sendiri kenapa matinya ?”.
Pria 1 : “Serangan jantung, saya selalu curiga, istri saya ada main
dengan cowok lain, jadi satu hari saya pulang kantor lebih cepat, saya
mendengar suara pria, lalu segera saya lari ke kamar saya di lantai dua,
istri
saya ada di ranjang, tapi kok tidak ada orang lain, saya buka lemari
pakaian, tidak ada orang, saya lari ke dapur dilantai satu, nggak ada
orang, saya lari ke kamar mandi, melewati kulkas, nggak ada orang juga,
terus saya lari langsung ke lantai 3, & begitu sampai, saya kena
serangan jantung & mati”.
Pria 2 : “Sayang sekali, coba kalau waktu itu anda buka saja itu pintu kulkas, mungkin kita berdua nggak bakal mati”.
MURID DAN GURU
Seorang murid yang dikenal nakal dan rada kurang ajar bertanya pada guru fisikanya yg dikenal sangat kejam.
Murid : Pak saya ada pertanyaan
Guru : Apa ?
Murid : Sebuah lilin yg menyala ditutup dengan gelas, lilin tersebut mati. Hal itu membuktikan apa ????
Guru : Tidak ada udara di dalam gelas
Murid : Salah !
Guru : Lalu apa ?
Murid : Membuktikan bahwa kita kurang kerjaan …
Minggu, 02 September 2012
Jumat, 31 Agustus 2012
Ekonomi
Alat Pemenuhan Kebutuhan
Kebutuhan mendorong manusia untuk menciptakan barang dan jasa sebagai
alat pemenuhan kebutuhan. Alat pemenuhan kebutuhan yang berupa barang
dapat dikelompokkan sebagai berikut:a. Barang menurut cara memperolehnya
menurut cara memperolehnya, barang dibedakan menjadi berikut ini:
1. Barang ekonomi. Jumlahnya relatif terbatas, sementara yang membutuhkannya sangat banyak. Oleh karena itu, untuk memperoleh barang tersebut diperlukan pengorbanan berupa uang atau tenaga. Hampir semua barang yang dihasilkan manusia merupakan barang ekonomi.
2. Barang bebas. Tersedia dalam jumlah yang melimpah melebihi jumlah yang dibutuhkan masyarakat. Oleh karena itu, barang ini bisa didapatkan tanpa pengorbanan. Contoh barang bebas adalah udara dan sinar matahari.
3. Barang illith. Adalah barang yang jika tersedia dalam jumlah berlebihan akan merugikan, bahkan membahayakan kehidupan manusia. Contohnya air dan api. Air dibutuhkan untuk banyak hal seperti minum, mandi, mencuci, dan memasak. Api dibutuhkan untuk memasak. Namun demikian, jika dalam jumlah yang sangat banyak, air dapat menimbulkan banjir dan api dapat menimbulkan kebakaran yang merugikan manusia.
b. Barang menurut penggunaannya
penggolongan barang di sini membedakan barang menjadi berikut ini:
1. Barang konsumsi. Adalah barang yang dapat langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Barang konsumsi sering disebut juga dengan barang jadi atau barang akhir. Barang konsumsi bisa dibedakan menjadi barang konsumsi tidak tahan lama seperti sayuran atau roti, dan barang konsumsi tahan lama seperti pakaian dan perabot rumah tangga.
2. Barang produksi. Adalah barang yang digunakan untuk menghasilkan barang konsumsi atau barang barang modal lain. Barang produksi digunakan dalam proses produksi lanjutan.
c. Barang menurut hubungannya dengan barang lain
menurut hubungannya dengan barang lain, kita bisa menggolongkan alat pemenuhan kebutuhan menjadi berikut ini:
1. Barang Substitusi. Adalah barang-barang yang sifatnya saling menggantikan. Contohnya pensil menggantikan pulpen untuk menulis.
2. Barang komplementer. Adalah barang yang penggunaannya harus dilengkapi dengan barang lain. Oleh karena itu, barang komplementer disebut juga barang pelengkap. Contohnya mobil dengan bensin.
d. Barang menurut proses pembuatannya
1. Barang mentah. Merupakan bahan dasar pembuatan alat pemenuhan kebutuhan. Bahan mentah belum bisa digunakan tanpa pengolahan terlebih dahulu. Bahan mentah biasanya berupa hasil kekayaan alam atau hasil pertanian. Contohnya bijih besi yang digunakan untuk bahan pembuatan besi dan baja.
2. Barang setengah jadi. Merupakan hasil pemrosesan barang mentah, tetapi masih digunakan dalam proses produksi selanjutnya. Misalnya benang yang diolah dari kapas dan digunakan lagi untuk bahan baku tekstil.
3. Barang jadi. Merupakan barang akhir dari rangkaian proses produksi dan siap dikonsumsi. Barang jadi ini disebut pula barang akhir. Contohnya pakaian dan sepatu.
Beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan manusia adalah sebagai berikut:
a. Keadaan Alam (Tempat)
Keadaan alam mengakibatkan perbedaan dalam memenuhi kebutuhan manusia. Orang yang tinggal di daerah kutub, membutuhkan pakaian yang tebal untuk menahan hawa dingin. Lain halnya dengan kita yang tinggal di daerah tropis, cukup memakai pakaian yang tipis. Oleh karena itu, tampak di sini bahwa keadaan alam dapat mendorong manusia untuk menginginkan barang-barang yang sesuai dengan kondisi alam di tempat yang bersangkutan.
b. Agama dan Kepercayaan
Ajaran agama yang berbeda dapat mengakibatkan kebutuhan yang berbeda pula. Misalnya, penganut agama Islam dilarang makan babi, sedangkan penganut agama Hindu dilarang makan sapi. Hal ini menunjukkan bahwa masingmasing agama memerlukan alat-alat pemenuhan kebutuhan tertentu yang harus dipakai dalam menjalankan ibadah.
Selain itu dalam hal perayaan keagamaan, masing-masing agama atau kepercayaan berbeda-beda, sehingga kebutuhan akan barang juga berbeda. Misalnya pada saat menjelang hari raya Idul Fitri, kebutuhan akan pakaian muslim akan meningkat tajam. Berbeda halnya ketika hari raya Natal tiba, orang-orang Nasrani membutuhkan pohon Natal dan bingkisan-bingkisan Natal. Dengan demikian masing-masing agama atau kepercayaan mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda.
c. Adat Istiadata. Keadaan Alam (Tempat)
Keadaan alam mengakibatkan perbedaan dalam memenuhi kebutuhan manusia. Orang yang tinggal di daerah kutub, membutuhkan pakaian yang tebal untuk menahan hawa dingin. Lain halnya dengan kita yang tinggal di daerah tropis, cukup memakai pakaian yang tipis. Oleh karena itu, tampak di sini bahwa keadaan alam dapat mendorong manusia untuk menginginkan barang-barang yang sesuai dengan kondisi alam di tempat yang bersangkutan.
b. Agama dan Kepercayaan
Ajaran agama yang berbeda dapat mengakibatkan kebutuhan yang berbeda pula. Misalnya, penganut agama Islam dilarang makan babi, sedangkan penganut agama Hindu dilarang makan sapi. Hal ini menunjukkan bahwa masingmasing agama memerlukan alat-alat pemenuhan kebutuhan tertentu yang harus dipakai dalam menjalankan ibadah.
Selain itu dalam hal perayaan keagamaan, masing-masing agama atau kepercayaan berbeda-beda, sehingga kebutuhan akan barang juga berbeda. Misalnya pada saat menjelang hari raya Idul Fitri, kebutuhan akan pakaian muslim akan meningkat tajam. Berbeda halnya ketika hari raya Natal tiba, orang-orang Nasrani membutuhkan pohon Natal dan bingkisan-bingkisan Natal. Dengan demikian masing-masing agama atau kepercayaan mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda.
Adat atau tradisi yang berlaku di masyarakat sangat memengaruhi kebutuhan hidup masyarakat. Alasannya, suatu adat atau tradisi akan memengaruhi baik perilaku maupun tujuan hidup kelompok masyarakat setempat.
Akibatnya tradisi yang berbeda akan menimbulkan kebutuhan yang berbeda pula. Misalnya upacara perkawinan. Pelaksanaan upacara antardaerah akan berbeda-beda. Upacara pernikahan di Jawa Tengah dengan di Sumatra Barat akan memiliki ritual yang berbeda, sehingga kebutuhannya pun akan berbeda pula.
d. Tingkat Peradaban
Makin tinggi peradaban suatu masyarakat makin banyak kebutuhan dan makin tinggi pula kualitas atau mutu barang yang dibutuhkan. Pada zaman purba, kebutuhan manusia masih sedikit. Namun seiring berkembangnya peradaban, kebutuhan manusia semakin banyak. Manusia akan berusaha untuk
memenuhi kebutuhannya agar mencapai kemakmuran. Dahulu manusia tidak membutuhkan sepeda motor, namun sekarang sepeda motor menjadi kebutuhan yang sangat penting, karena dapat mengefisienkan waktu sampai tempat tujuan. Selain itu cita rasa kebutuhan manusia modern juga semakin meningkat. Manusia menuntut kualitas tinggi dari barang-barang atau jasa yang dibutuhkan. Dengan demikian membuktikan bahwa perkembangan peradaban akan menyebabkan kebutuhan akan berkembang dan beragam.
Kamis, 30 Agustus 2012
Kumpulan Artikel
MORAL?APAKAH MASIH PERLU?
Moral
dalam kamus behasa Indonesia adalah ajaran baik buruk perbuatan dan
kelakuan. Perlu kita sadari dan kita akui bahwa tidak sedikit kelompok
masyarakat sekarang yang tidak memikirkan betapa pentingnya moral bagi
kehidupan bangsa. Kita lihat saja, tawuran yang kini bukan hanya milik
para pelajar SMP dan SMA saja tapi sudah merambah ke dunia Perguruan
Tinggi. Masih ingat dengan kematian seorang mahasiswa di Universitas
Jambi, pada awal tahun 2002akibat tawuran di dalam kampus. Dan
banyak para demonstransi yang kita amati itu sebagian besar adalah para
mahasiswa yang bersekolah di
Universitas.
Peristiwa lain, mengenai tindak kekerasan antar sesama, pencurian
kendaraan bermotor, penggunaan narkoba, perampokan yang hampir setiap
hari menghiasi televisi rumah kita dan mewarnai sisi kehidupan di
Indonesia yang kita cintai ini, dan ternyata banyak itu semua banyak
dilakukan oleh golongan terpelajar.Dari semua ini timbul tanda tanya
besar, kenapa bisa terjadi?Apakah sekarang dunia pendidikan tidak lagi
mengajarkan tata susila kepada para siswa?Atau inikah hasil dari sistem
pendidikan negara kita selama ini?
Dilain sisi, tindakan korupsi, kolusi, dan nepotisme yang membuat
bangsa ini semakin terpuruk ternyata juga banyak dilakukan oleh
orang-orang yang mempunyai latar belakang pendidikan
tinggi baik dalam negeri maupun luar negeri.
Kita dan saya sebagai generasi muda penerus bangsa sangat prihatin
denngan keadaan generasi penerus bangsa Indonesia yang saat ini. Untuk
menyiapkan generasi penerus bangsa ini yang selanjutnya yang memiliki
moral, etika, sopan, santun, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
cerdas, berkreasi, dan berbudi pekerti luhur perlu dilakukan hal-hal
yang dapat melakukan perubahan walaupun memakan waktu lama.
Pertama, melalui pendidikan yang bermoral. Saya tidak ingin mengatakan
bahwa pendidikan kita saat ini tidak bermoral. Pendidikan pada dasarnya
adalah alat untuk menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan
unggul.
Seharusnya pendidikan nasional kita mampu
menghasilkan pelajar yang bermoral, jujur, cerdas, berbudi pekerti
luhur, sopan, santun, dan tahu malu, serta mementingkan kepentingan
bangsa bukan kepentingan pribadi atau kelompok. Sesuai dengan intisari
dari sila ke-3 pada Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia, yang dimana
memiliki inti sari, yaitu mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta
kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan
bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan. Tapi kenyataannya
bisa kita lihat saat ini. Pejabat (orang petinggi) di negara ini yang
melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme semuanya adalah orang-orang
yang berpendidikan bahkan tidak tanggung-tanggung mereka bergelar dari
S1 sampai Prof.Dr.
Contoh lainnya, dalam bidang politik, anggota dewan terlibat narkoba,
bertengkar ketika sidang, adu mulut
bahkan kekuatan dalam
tubuh partai karena memperebutkan posisi tertentu. Ada juga pejabat
yang tidak bertanggung jawab dan tidak konsisten dengan ucapannya kepada
rakyat. Sebelum diangkat jadi pejabat mereka umbar janji kepada rakyat,
nanti begini, nanti begitu. Pokoknya semua mendukung kepentingan
rakyat. Dan setelah diangkat lain lagi ceritanya.Nanti saat rapat
berlangsung banyak kursi dewan yang kosong atau ada yang tidur-tiduran.
Apakah orang-orang seperti ini yang kita andalkan untuk membawa bangsa
ini ke depan? Apakah mereka tidak sadar dengan apa yang mereka lakukan
itu akan ditiru oleh generasi penerus bangsa di masa yang akan datang?
Kedua, melalui proses belajar mengajar yang bermoral. Dimana ketika
berlangsung proses belajar mengajar di sekolah sang pendidik harus
memiliki moral yang dapat dijadikan panutan bagi para
siswa. Seorang pendidik
harus jujur, bertakwa, berakhlak mulia, tidak curang, berlaku adil,
tahu malu, dan tidal plin-plan.
Saya tidak ingin mengatakan bahwa guru saat ini tidak ada yang memiliki
sifat seperti di atas. Tapi pada kenyataannya tidak sedikit guru yang
berperilaku curang dan tidak adil saat ini. Ketika saya masih di bangku
SMP dulu, ada beberapa guru saya yang sangat sering memanggil teman saya
maju ke depan untuk menjawab pertanyaan dikarenakan dia pintar. Yang
saya rasakan adalah sedih dan iri sehingga timbul pertanyaan mengapa
sang guru tidak memanggil saya atau yang lain?Apakah hanya yang pintar
saja yang mendapat perlakuan seperti itu?Dan apakah pendidikan hanya
untuk orang yang pintar?
Dengan contoh yang saya
rasakan ini, saya ingin memberikan gambaran bahwa pendidikan kita telah
berlaku tidak adil dan membuat perbedaan diantara para siswa. Sehingga
generasi muda kita secara tidak langsung sudah diajari bagaimana berlaku
tidak adil dan membuat perbedaan.
Dengan demikian mau dibawa kemana negara yang kita cintai ini apabila
hidup tanpa moral? Jangan hanya menuntut generasi muda untuk bermoral
tapi para pemimpin bangsa ini juga harus memiliki moralitas dalam
kehidupannya. Sehingga generasi muda Indonesia memiliki suri tauladan
yang bisa dijadikan panutan dan dapat diandalkan untuk membangun bangsa
ini ke depan.
Cara Turunkan Tekanan Darah
"Siapa
saja yang memiliki hipertensi harus didorong untuk bekerjasama dengan
dokter mereka dan mencoba berbagai hal yang mungkin membantu menurunkan
tekanan darah tanpa menggunakan agen farmakologis (obat-obatan)," kata
Matthew Burg, PhD, seorang profesor dari Columbia University Medical
Center di New York.
Mereka
yang mengalami hipertensi biasanya harus mengonsumsi
obat-obatan secara rutin untuk mengontrol tekanan darah. Tetapi dengan
melakukan perubahan gaya hidup, tekanan darah yang kelewat tinggi dapat
dikendalikan dan diturunkan. Dengan modal tekad dan kedisiplinan, bukan
mustahil upaya modifikasi lifestyle ini dapat membantu
melepaskan ketergantungan pada obat-obatan. Berikut ini adalah 10 cara murah
dan alami menurunkan tekanan darah tanpa harus menggunakan obat-obatan :
1.
Olahraga
Dengan
melakukan olahraga 30 menit sehari, Anda dapat menurunkan tekanan darah secara
signifikan, kata Gerald Fletcher, MD, seorang ahli jantung dari Mayo Clinic,
Jacksonville, Florida, sekaligus juru bicara American Heart Association.
"Cobalah
latihan aerobik untuk mengurangi tekanan darah sistolik Anda," kata
Fletcher. Ia menambahkan, orang yang aktif secara fisik biasanya dapat
mengurangi konsumsi jumlah asupan obat hipertensi. Untuk menunjangnya, pilihlah
jenis kegiatan yang Anda sukai seperti misalnya, berjalan, berlari, berenang
atau bersepeda.
2.
Makan pisang
Anda
mungkin tahu bahwa makan terlalu banyak garam dapat meningkatkan tekanan darah,
tetapi kebanyakan orang tidak menyadari manfaat kalium - zat yang mampu
menangkal efek buruk dari sodium.
Menurut penelitian dari Dietary Guidelines for Americans,
mereka yang mengalami hipertensi harus mencukupi kebutuhan jumlah kalium dalam
diet mereka. Orang dewasa harus mendapatkan setidaknya 4.700 miligram per hari.
Adapun beberapa sumber makanan yang kaya kandungan kalium diantaranya pisang
(422 miligram), kentang panggang dengan kulit (738 miligram), jus jeruk (496
miligram per cangkir), dan yogurt tanpa lemak atau rendah lemak (531-579 miligram
per 8 ons).
3.
Kurangi asupan garam
Orang
dengan tekanan darah normal, cukup tinggi, dan hipertensi secara substansial
dapat mengurangi tekanan darah mereka dengan memotong asupan garam. Pedoman
diet merekomendasikan bahwa orang dengan hipertensi harus membatasi asupan
garam kurang dari 1.500 miligram (600 miligram sodium) sehari.
4.
Stop merokok
Perokok
adalah kelompok yang paling berisiko tinggi mengidap hipertensi. Kandungan
tembakau dan nikotin dalam rokok dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah
sementara, meskipun rokok itu sendiri bukan penyebab tunggal hipertensi kronis.
Berhenti merokok dapat membantu Anda menurunkan sedikit tekanan darah Anda.
Dan, tentu saja, manfaat kesehatan lainnya yang tak terhitung jumlahnya, kata
Fletcher.
5.
Menurunkan berat badan
Secara
konsisten beberapa penelitian menunjukkan bahwa, sedikit saja kehilangan berat
badan, dapat memiliki dampak besar pada tekanan darah Anda. Kelebihan berat
badan membuat jantung bekerja lebih keras. Tekanan ekstra ini lambat laun dapat
menyebabkan hipertensi. Sementara itu, dengan memangkas berat badan beban kerja
jantung akan jauh lebih ringan.
6.
Kurangi alkohol
Konsumsi
alkohol secara moderat - tidak lebih dari satu gelas sehari untuk wanita, dan
dua gelas sehari untuk pria - memiliki manfaat kesehatan jantung. Tapi pada
beberapa orang, minum terlalu banyak dapat meningkatkan tekanan darah.
Penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi alkohol lebih dari dua gelas sehari
dapat meningkatkan risiko hipertensi bagi pria dan wanita.
7.
Kelola stres
Mengelola
stres secara efektif dapat membantu mengurangi tekanan darah, tetapi sayangnya,
tidak ada penelitian yang menawarkan langkah demi langkah untuk mengurangi
tingkat stres pada semua orang, kata Burg.
"Ada
sejumlah cara yang telah dikembangkan sebagai praktik untuk menginduksi keadaan
relaksasi. Tetapi bagaimana cara yang baik dan benar, ini masih harus dijawab
dalam uji klinis," katanya. Namun demikian, Burg merekomendasikan bahwa
orang dengan hipertensi harus mampu melakukan manajemen stres dan berlatih
dengan konsisten.
8.
Yoga
Yoga
adalah cara terbaik untuk mengatasi stres. Sebuah studi baru di India menemukan
bahwa latihan pernapasan yoga mengurangi tekanan darah pada orang dengan
hipertensi - di mana bekerja mempengaruhi efek sistem saraf otonom - dengan
mengatur denyut jantung, pencernaan, dan fungsi lainnya.
9.
Jauhi kafein
Kopi
memiliki beberapa manfaat kesehatan, tetapi tidak untuk menurunkan tekanan
darah. Dalam jangka pendek kafein dapat memicu lonjakan tekanan darah, bahkan
pada orang tanpa hipertensi.
Jika
Anda memiliki tekanan darah tinggi, cara terbaik yang harus dilakukan adalah
dengan membatasi asupan kafein (sekitar dua cangkir kopi per hari). Anda dapat
memeriksa apakah Anda sensitif terhadap kafein atau tidak dengan memeriksa
tekanan darah sebelum dan setengah jam setelah mengkonsumsi minuman berkafein.
Jika meningkat sebesar 5 atau 10 poin, Anda berarti sensitif terhadap kafein.
10.
Meditasi
Meditasi
- apakah itu melibatkan nyanyian, pernapasan, visualisasi - dapat menjadi alat
manajemen stres yang efektif bagi banyak orang, kata Burg. Sekali lagi, yang
penting adalah bahwa hal itu membuat Anda merasa baik, dan Anda dapat
berkomitmen untuk melakukannya secara konsisten.
Cara Menghilangkan
Karang Gigi
Kali ini artikel bagus
akan berbagi artikel cara menghilangkan karang gigi, gigi merupakan
salah satu alat pencernaan yang sangat vital. Maka dari itu kesehatan gigi
harus terjaga, salah satu permasalahan gigi yang banyak dialami adalah karang
gigi. Karang gigi akan membuat penampilan tidak
menarik dan sangat merusak gigi.
Selain Masalah Gigi
Berlubang (karies) Karang Gigi merupakan penyebab kedua hilangnya gigi. Karang
gigi menjadi tempat melekatnya bakteri. Akibatnya timbul berbagai penyakit
gusi, misalnya radang gusi (gingivitis). Tandanya gusi berwarna merah
mengkilat, licin, agak bengkak dan sering berdarah bila disentuh atau saat
menggosok gigi.
Karang gigi atau "kalkulus" terbuat dari plak dan
zat kapur yang berada di air liur. Plak sendiri terdiri dari lapisan bening di
gigi ( perikel ) dan kuman. Di dalam mulut kita terdapat lebih dari 350 jenis
kuman yang dapat menyebabkan karies. Jika di gigi atau sela-sela gigi terdapat
banyak makanan yang tidak di bersihkan maka kuman akan mencerna makanan
tersebut, lama-kelamaan akan menyebabkan karang gigi.
Bagi anda yang menganggap masalah
karang gigi ini adalalah masalah yang sepele, anda salah. Perlu anda ketahui,
beberapa ahli medis dunia melakukan penelitian dan menemukan bahwa masalah karang
gigi ini dapat memicu terjadinya penyakit jantung. meskipun ini merupakan
penelitian awal, namun kita tetap harus waspada kepada kemungkinan terburuk.
tidak ada salahnya menjaga kesehatan dan kebersihan agar selalu terhindar dari
penyakit.
1. Membersihka Gigi
dengan Benar Minimal dua kali sehari.
Dalam memberishkan gigi, jangan lupa
untuk membersihkan bagian gusi. Gusi bagian atas dengan menggosoknya ke arah
atas ke bawah, sedangkan untuk gusi rahang bawah dari arah bawah ke atas.
2. Mengkonsumsi Buah Apel.
Dengan mengkonsumsi bauh apel secara
rutin akan membantu membersihkan karang gigi, selain dapat memberihkan plak,
apel juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh.
3. Membersihkan Karang Gigi dengan Cengkeh.
Tumbuk halus 7 buah cengkeh dan
hasilnya gunakan untuk menggosok karang gigi. Bubuk cengkeh ini bisa pula anda
gunakan untuk berkumur.
4. Biji Asam Kawak.
sangrai biji asam kawak, kemudian
haluskan dengan cara diblender atau ditumbuk juga bisa. nah setelah itu
gosoklah gigi dengan biji asam kawak yang sudah di haluskan tadi.
5. Rajinlah Berkumur dengan Cairan
pembersih Mulut.
Hari Pendidikan
Hari
pendidikan nasional
adalah hari dari jati diri bangsa dimana hari pendidikan bisa menggambarkan
atau ruh dari bangsa kita, bangsa yang besar adalah bangsa yang peduli akan
pendidikan, dan pendidikan adalah modal awal dari perkembangkan bangsa.
Berbicara tentang pendidikan pasti kita mengenal sosok tentang Ki Hajar Dewantara,dengan itu kali ini kami akan mengupas tentang perjalanan Ki Hajar Dewantara dan Hari pendidikan nasional nya Apa, Mengapa, Dan Bagaimana Pendidikan Nasional Dipandangan Ki Hajar Dewantara.
Dari
di sinilah kita, siap sedia memberi korban yang sesuci-sucinya… sungguh, korban
dengan ragamu sendiri adalah korban yang paling ringan… memang awan tebal dan
hitam menggantung di atas kita. (Ki Hadjar Dewantara).
Siapa
yang gak kenal sosok tokoh pendidikan Bapak Ki Hadjar Dewantara, tokoh
yang berjasa memajukan pendidikan di Indonesia. Ki Hadjar pun aktif menjadi
pengurus Boedi Oetomo dan Sarikat Islam. Ajaran kepemimpinan Ki Hadjar
Dewantoro yang sangat poluler di kalangan masyarakat adalah Ing Ngarso Sun
Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani. Jadi
makna Ing Ngarso Sun Tulodo adalah menjadi seorang pemimpin harus mampu
memberikan suri tauladan bagi bawahan atau anak buahnya. Sehingga yang harus
dipegang teguh oleh seorang pemimpin adalah kata suri tauladan. Sebagai seorang
pemimpin atau komandan harus memiliki sikap dan perilaku yang baik dalam segala
langkah dan tindakannya agar dapat menjadi panutan bagi anak buah atau
bawahannya. Sama halnya dengan Ing Madyo Mbangun Karso, Ing Madyo
artinya di tengah-tengah, Mbangun berarti membangkitan atau menggugah dan Karso
diartikan sebagai bentuk kemauan atau niat. Karena itu seorang pemimpin juga
harus mampu memberikan inovasi-inovasi dilingkungan tugasnya dengan menciptakan
suasana kerja yang lebih kodusif untuk keamanan dan kenyamanan kerja. Sehingga
artinya Tut Wuri Handayani ialah seorang komandan atau pimpinan harus
memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang.
Memaknai
Hari Pendidikan Nasional
Tanggal
2 mei bangsa Indonesia memperingati hari pendidikan nasional. Tanggal 2
mei dijadikan sebagai hari lahirnya pendidikan di Indoensia diambil dari hari
lahir salah satu tokoh perjuangan pendidikan di Indonesia. Ki Hajar Dewantara
atau Raden Mas Soewardi dan mendedikasikan dirinya untuk pedidikan, di kala itu
tahun 1922 Ki Hajar Dewantara mendirikan institusi pendidikan yang bernama
Sekolah kerakyatan di Yogyakarta.
Sebuah
perjuangan yang mulia dan juga tidak mudah. Waktu itu bangsa Indonesia masih
dilanda kebodohan, keterbelakangan akibat penjajahan belanda. Pergerakan
memajukan pendidikan telah mempersiapkan putra-putra bangsa yang siap berjuang
untuk Indonesia menuju kemerdekaan.
Hasilnya
pun terbukti, kita sekarang sudah merdeka. Namun apakah semangat perjuangan
dari para pahlawan pendidikan kita terdahulu masih tejaga hingga saat ini.
Kemerdekaan
yang telah dicapai oleh bangsa Indonesia, belum membuat bangsa Indonesia
menjadi bangsa yang maju. Bahkan Indonesia masih tergolong negera yang masih
berkembang, kualitas pendidikan masih kalah tertinggal oleh negara jiran
seperti Malaysia dan Singapura. Padahal kita tahu sendiri bahwa bangsa kita
sudah lebih dahulu merdeka, yang lebih hebatnya lagi di tahun 1970 para putra
bangsa Indonesia menjadi guru dan pengajar di Malaysia.
Kenapa
kita jadi tertinggal ?, atau bahkan mungkin pendidikan kita berjalan ditempat
?, atau lebih parahnya lagi kualitas pendidikan kita saat ini menurun ?.
Entahlah, yang pasti kita belum merasakan kualitas seluruh sumber daya manusia
Indonesia saat ini mampu bersaing dengan bangsa-bangsa di Dunia ini.
Yang
terjadi sekarang justru masih banyak rakyat miskin, tidak mempunyai keahlian,
pengangguran dimana-mana. Apa yang salah dengan bangsa ini ?. Padahal sekarang
sekolah sudah lebih banyak dari pada zaman kita belum merdeka.
Semoga
saja pada peringatan hari Pendidikan Nasional tahun ini,
dijadikan sebagai tonggak perubahan ke arah yang lebih baik, Menjadi bangsa
yang pintar dan bermatabat, yang akan membawa kepada kemajuan dan kemakmuran
bangsa Indonesia.
PEMUDAKAH YANG PANTAS
MENJADI PEMIMPIN?
Karya: ZULFANSYAH
“Berikan aku
seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku sepuluh
pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno, saat
pemproklamasian).
Pemuda adalah
harapan bangsa, dipundaknya nasib bangsa dan Negara Indonesia tercinta ini
disandarkan. Bila kita melihat ke
masa lalu, banyak sekali pemimpin-pemimpin muda yang membuat gebrakan yang
membawa perubahan untuk negaranya. Contohnya saja Barack Obama yang menjadi
pemimpin Amerika disaat usianya masih muda. Contoh lain di Negara Indonesia saja,
kita tidak akan pernah lupa dengan Bung Karno, Bung Hatta, Bung Tomo, dan
pahlawan-pahlawan lainnya. Mereka berjuang untuk Indonesia ketika usia mereka
masih muda, dengan ide-ide yang cemerlang serta semangat yang mereka miliki.
Dan perlu kita ketahui juga,
bahwasannya persentase
penduduk yang lebih mendominasi negara ini adalah kaum pemuda-pemudi.
Saya
mencari di internet tentang pemuda-pemuda Indonesia yang berprestasi saat ini
dan ini beberapa namanya: Dian Pelangi yang rancangan busananya mampu menembus
Paris Fashion Week. Rio Haryanto yang
tengah mencicipi sengitnya persaingan di GP 2 dan selangkah lagi menembus balap
mobil paling seru sejagad raya F1. Agnes
Monica penyanyi nasional yang mampu menembus music di kancah internasional. Chris John memperoleh kemenangan dalam mempertahankan
gelar sabuk juara kelas bulu versi WBA untuk keenambelas kalinya. Dan karya inovasi SMA Negeri 10, kota Malang,
Jawa Timur, tentang photo electro system yakni mengubah urine menjadi energi
listrik menyambet medali emas pada lomba teknologi Internasional Young
Inventors Project Olympiad (IYIPO) di Georgia. Dan masih banyak lagi para pemuda di negeri ini yang mengukir prestasi
yang begitu gemilng namun, saya tidak dapat menyebutnya satu per satu.
Masa-masa
muda para pemuda-pemudi, seharusnya dapat dijadikan suatu ajang untuk mengukir
prestasi. Agar prestasi-prestasi yang telah diraih dapat dimanfaatkan untuk
masa depan kelak dan menjadi generasi penerus yang mampu membuat terobosan-terobosan perubahan positif di Negara
tercinta ini. Namun, tidak sedikit pula pemuda-pemudi sekarang ini yang tidak memikirkan akan
prestasi dan masa depan mereka. Sempat salah satu teman saya mengatakan kepada
saya bahwasannya, “masa muda
itu dibawa santai aja dan harus
dinikmati, kalau masa muda kita cuma belajar terus-menerus, kelak kita akan
menyesal karena kita tidak dapat merasakan masa muda yang begitu indah nantinya”. Dari perkataan teman saya
tersebut, timbul beberapa pertanyaan dari saya. Bagaimana masa muda yang indah
itu?. Apakah masa muda yang indah itu kesehariannya hanya dihiasi dengan
main-main saja tanpa ada belajar?. Atau, masa muda yang indah itu adalah masa
muda yang ikut serta dalam pelaksanaan perkelahian alias tawuran? Mungkin, masa
muda yang indah di sini adalah masa muda yang hanya berdiam diri di kamar saja
tanpa ada melakukan aktifitas suatupun?
Dari
perkataan Bung Karno bahwasannya sepuluh pemuda dapat mengguncang dunia
tersebut, kita dapat mengetahui bahwa tonggak semangat yang paling membara,
yang mampu mengadakan perubahan dengan jiwa dan tekad itu berada pada
pemuda-pemuda bangsa ini. Saya sempat berpikir, kenapa harus yang muda yang
menjadi pemimpin dan kenapa bukan yang tua saja yang diangkat menjadi pemimpin
bangsa ini?. Pemuda seperti apakah yang dapat menjadi pemimpin bangsa ini
kelak?. Ternyata semua pertanyaan yang saya utarakan itupun dapat terjawab
dengan sendirinya memalui proses yang saya alami sendiri. Suatu alasan mengapa yang muda yang
memimpin, karena yang muda lebih
aktif, dalam arti yang muda itu lebih menginspirasi pada saat ini. Yang muda berfikiran lebih maju, yang muda
lebih kuat, dan bersemangat,
yang muda lebih berbakat, dan yang muda memiliki sifat tidak mau mengalah. Di
dini saya tidak bermaksud untuk merendahkan derajat orang tua-tua bangsa ini
dan berada di bawah dari pemuda-pemuda bangsa ini. Sebenarnya pemimpin seperti
apa yang layak menjadi pemimpin di negara yang luar biasa ini. Menurut saya seorang pemimpin harus
memiliki beberapa karakter atau sifat kepemimpinan, antaranya: seorang pemimpin
itu harus jujur, memiliki sifat sopan-santun, bertanggung jawab, ramah, tamah,
memiliki rasa kesosialan, disiplin, cerdas dalam berfikir, tidak egois, tegas,
dan bijaksana, taat pada agama, serta bijak.
Bahkan seorang Ki Hajar Dewantara pun memiliki ajaran
kepemimpinan yang sangat populer, yaitu salah satunya adalah Tut Wuri Handayani, yang berartikan seorang pemimpin harus memberikan
dorongan moral dan semangat dari belakang. Apabila semua pemuda sebagai generasi
penerus bangsa kita memiliki karakter atau sifat-sifat yang telah tertera di
atas, mudah-mudahan dapat melakukan suatu perubahan dan terobosan-terobosan
yang positif untuk bangsa ini.
Memang
sekarang ini sudah sangat banyak prestasi yang diukir oleh pemuda-pemuda bangsa
ini. Namun, apakah para pemuda
sekarang bangsa ini sudah pantas dan layak untuk menjadi seorang pemimpin dan
menggantikan petua-petua saat ini?. Sementara, dilihat dari kaca mata media masa, citra pemuda yang berpikiran maju, penuh dengan semangat membara
itu jatuh dan tercemar. Tidak sedikit pemuda bangsa ini umumnya kaum pelajar
yang tidak mencerminkan sebagai pelajar yang bermoral. Tawuran dan bentrokan
antara sesama pemuda, umumnya kaum pelajar berada di
mana-mana, pecandu narkoba yang kini
semakin meluas, pergaulan bebas yang semakin waspada, dan itu semua didominasikan oleh para pelajar
yang sebagai calon-calon penerus bangsa ini kelak.
Tempo Jakarta sempat
memberitakan para pelajar sekolah
menengah atas mengalami bentrok
selama 4 hari, tercatat dalam bentrok ini 2 pelajar mengalami luka-luka,
sedangkan 1 pelajar tewas. Sementara itu, pemerintah dan para pejabat tinggi bangsa sekarang ini sedang mengalami
gejolak atas nafsu mereka alias masalah korupsi yang dilakukan oleh beberapa
pejabat negara ini.
Mau dibawa ke mana negara
ini apabila pemimpin kita seperti itu?.
Singkatnya, Negara ini sungguh
sedang menuggu para generasi penerus bangsa ini yang mampu melakukan perubahan
serta terobosan-terobosan positif untuk memajukan Negara ini.
Kumpulan Cerpen
DIRIKU
Karya: ZULFANSYAH
Karya: ZULFANSYAH
Giliranku memperkenalkan diri kepada guru pembimbing karena aku adalah
anggota baru di sebuah organisasi. Dengan santai aku menjelaskan nama
ku. Rasa ketidak nyamanan pun aku rasakan sebab hanya diriku seorang
yang berjenis kelamin lelaki. Rumah sanggar cerita, di sanalah aku duduk
dan menikmati hembusan angin dan siraman cahaya matahari. Kami
berkumpul bersama untuk mendengarkan kata-kata motivasi dari guru
pembimbing kami.
Betapa luar biasanya motivasi yangdisampaikan oleh guru pembimbing kami
saat itu. Motivasi yang paling berkesan menurut saya saat guru
pembimbing kami mengatakan terus asah bakat dan terus berlatih untuk
selalu menulis, memang pada awalnya itu tidak mudah namun apabila kita
giat pasti akan mudah. Dari pertemuan kami tersebut sungguh disayangkan
karena peserta atau murid yang datang hanya sebanyak 20 orang. Itu juga
ditambah dengan 8 orang kakak kelas. Terkesan sunyi namun, terkesan
ramai, terkesan ramai karena banyaknya banyolan dan canda tawa yang
dilontarkan oleh guru pembimbing kami yang membuat kami juga ikut
tertawa. Namun, terkesan sunyi karena hanya saya sendiri yang lelaki.
Kegiatan selanjutnya yang kami lakukan adalah membuat kelompok mading.
Kesusahan untuk mencari tema yang akan dibuat itu teralami oleh kami.
Dari situ juga, kami langsung diberi tugas oleh guru pembimbing kami
untuk membuat cerpen atau artikel.
Sepulang dari rumah sanggar cerita, saya masih memikirkan saya ini
ingin membuatyang mana, cerpen atau artikel?. Jujur, selama ini saya
sama sekali belum, pernah membuat artikel dan cerpen. Setelah
dipikir-pikir dan dibanding-bandingkan antara cerpen dan artikel
ternyata lebih mudah itu membuat cerpen daripada artikel. Kepenatan
dalam membuat
cerpen kini dirasakan, karena cerpen yang saya buat mengalami perubahan
tema, cerita, dan penokohannya hingga tiga kali.
Saat membuat cerpen pertama, alur dari ceritanya tidak jelas mau lari
ke mana. Perombakan pada ceritanya dilakukan, namun tokoh yang
diperankan tidak sesuai dengan cerita. Perbaikan pada penokohan
dilakukan juga, namun konflik dalam ceritanya tidak ada. Menghabiskan
waktu dua hari untuk membuat cerpen yang gagal tersebut.
Pembuatan cerpen yang kedua pun dilakukan. Sampai juga pada akhir
cerita, tapi ketika saya membaca ceritanya sungguh
tidak menarik dan membosankan. Kini saya baru manyadari bahwa sesuatu
itu tidak boleh dipandang sederhana dan mudah. Pengulangan akan membuat
cepen untuk yang ketiga dilakukan. Melihat dan belajar dari dua kali
kegagalan tersebut, akhirnya terciptalah cerpen pertama saya yang
berjudul "Akhirnya Kembali". Menurut saya sendiri di dalam cerpen
tersebut sudah lengkap unsur-unsur intrinsiknmya dan cukup menarik untuk
dibaca. Lumayan bagi pemula seperti saya dalam membuat cerpen. 
ZJb
ZJb
GARA-GARA
2 BUNGKUS COKLAT
KARYA: ZULFANSYAH
Nama
gue Dina. Usia gue 15 tahun, hobi makan coklat. Gue baru mati tadi pagi, gue
mati ditabrak angkot. Arwah gue masih berkeliaran gak tenang. Penyebab gue mati
adalah 2 bungkus coklat yang gue beli. Begini cerita tragis kematian gue…
Dering
alarm jam wacker mendesis di telinga gue seraya meramaikan kamar tidur dalam
kesenyapan. Hari menunjukkan pukul 07.00 pagi namun gue mengabaikan suara yang
memanggil untuk bangun dan bersekolah itu. Tak berapa lama gue mengucek kedua
mata dan mulai tersadar dengan suara wacker yang belum di offkan itu. Sepintas kedua
bola mata gue terkejut memelototi benda bulat itu yang menunjukkan pukul 07.22.
Dengan
rambut yang berantakan dan muka gersang spontan langsung saja gue mengambil
seragam sekolah yang tergantung di belakang pintu kamar serta tak lupa dengan
sepatu dan tas sekolah milik gue. Kini gue memutuskan berangkat dengan naik
ojek ketimbang mengendarai mobil pribadi sendirian. Dengan lari 70 km/jam,
akhirnya sampai ke sekolah tepat pukul 07.33. Ternyata dewi keberuntungan masih
memihak pad ague wanita yang selalu mujur nasib ini sebab pintu gerbang
sekolahan itu masih terbuka walaupun bel sekolah sudah berlangsung sejak 3
menit yang lalu.
Dengan
terburu-buru gue langsung lari masuk menuju kamar kecil untuk mengganti pakaian
tidur yang masih gue kenakan dengan seragam sekolah yang dari tadi digenggam. Jantung
terasa berdegup cukup kencang sebab rasa tidak tenang untuk segera masuk ke
kelas dan mengikuti pelajaran. Saat melangkahkan kaki ke luar dari kamar kecil,
tiba-tiba gue menoleh ke arah tempat yang selalu menyediakan berbagai makanan
yang lezat, apalagi kalau bukan kantin sekolah. Wajar saja mataku menoleh ke
arah sana sebab kantin tersebut terletak bertetanggaan dengan kelasku. Sungguh
yang paling dikhawatirkan bahwa setiap hatinya kantin itu menyuguhkan berbagai
coklat yang lezat, hal itu yang paling tidak bisa gue tahan nafsu.
“Sudahlah
Dina, cepat masuk ke kelasmu ntar kamu dimarahi sama gurumu dan tidak diberi
izin untuk mengikuti pelajaran. Lagi pula tadi malamkan kamu sudah berpesta
coklat dengan mama dan adik sepupumu.” Sesuatu yang membisiki telinga kanan
Dina.
Tersadar
dengan itu, Dina mencoba untuk meninggalkan kantin dan melangkah menjauh. Tapi
setelah di langkah keduanya…
“Alahh…
itukan tadi malam. Hee, Dina. Tidakkah engkau tergiur dan sangat suka dengan
coklat-coklat lezat yang mengejek dirimu karena kamu tidak berani untuk membeli
dan memakan mereka. Lagipula membeli coklatkan cuma membutuhkan waktu 2 menit.
Ayolah Dina beli coklat itu.” Sesuatu yang membisikkan telinga kiri Dina.
Buset,
seakan malaikat dan setan ikut ambil andil pada saat itu. Uangpun keluar dari
saku baju gue dan lembaran uang tersebut tergantikan dengan dua buah bungkus
coklat yang berukuran sedang. Senang rasanya disaat kita punya coklat. Tak lama
gue mencoba berlari kecil menuju kelas gue. Namun apadaya sang dewi keberuntungan kini tak memihak, gue
diberi izin oleh guru wali kelas untuk belajar di rumah saja. Ya, memang sudah
peraturannya apabila ada siswa yang terlambat masuk ke kelas selama 10 menit
maka belajar di rumah lebih baik untuknya.
Dengan
penuh penyesalan dan rasa kesal tersimpan di benak. Gue pergi pulang dengan
muka murung. Kali ini gue memutuskan pulang dengan berjalan kaki seraya memikirkan
apa yang telah terjadi barusan.
“Ternyata
benar apa yang dikatakan oleh si malaikat tadi. Coba aja tadi gue langsung
masuk ke kelas dan tidak membeli coklat yang ada di kantin pasti gue sekarang
sudah duduk di bangku kelas gue.” Sesalnya dalam hati. “Benar aja kalau gue
harus jalan kaki sampai ke rumah bisa-bisa gempor nih kaki, malah perut belum
terisi oleh makanan lagi.”
Dengan
memutar-mutar kepala seperti mencari sesuatu. Dina berjalan ke depan. Tak butuh
waktu yang lama gue menemukan kedai nasi padang di seberang jalan, dan gue pun
memutuskan untuk sarapan disana. Seusai mengisi gue berniat akan memakan coklat
yang gue beli tadi di kantin.
Baru
jerjalan empat langkah ke tengah jalan, tiba-tiba sebuah angkot tanpa penumpang
melaju dengan kenjang dan menambrak gue yang membuat roh gue terlempar 3 kali
lebih jauh dari jasad gue.
“Terasa
lengkap sudah kesialan gue pada hari ini, telat bangun gara-gara pesta coklat
tadi malam, tidak mandi pagi, tidak diizinkan untuk mengikuti pelajaran hari
ini, perut laper belom sarapan, dan ditutup dengan kematian, bahkan gue belom
sempat untukmemakan coklat yang gue beli tadi. Dan ini semua terjadi gara-gara
coklat.”
Kini
kebingungan yang hanya ada. Karena malaikat maut saja belom menjemput disaat
arwah gue sedang berkeliaran.
“Hihihi…
bertambah satu lagi kesialan gue, gue kini tak bisa menikmati coklat lagi. Tapi
gue tetep bisa menikmati coklat apabila gue masuk surga, ya, itupun kalau gue
masuk kalau gue masuknya ke neraka…? Sementara itu malaikat maut aja belom
kunjung tiba, apa terjebak macet kali ya…?”
ZJb
Imaji Sungai Bingai
Karya: Zulfansyah (XII IPS 1)
Adzan Subuh
kembali berkumandang di masjid tua yang tepat berada di seberang jalan rumahku
untuk mengajak segelintir umat yang masih berpegang teguh pada agamanya untuk
menunaikan kewajibannya. Sebagai umat beragama aku pun turut menunaikannya
setelah Nande membangunkanku. Ya, aku memang bukanlah umat yang terlalu taat dalam memegang agama, bahkan aku pernah mencopet uang wisatawan, melawan kepada kedua orang tuaku, dan yang lebih parahnya lagi, aku
pernah mabuk-mabukan bersama dengan teman sebayaku, tetapi boleh dibilang aku senang
melakukan ibadah Subuh.
"Mejile
bangun, ayo sembahyang Subuh! Bapak sudah menunggu itu untuk sembahyang berjamaah. Bangun!"
Nande membangunkanku penuh dengan kasih sayang, walaupun usiaku kini sudah
tidak bisa dibilang anak kecil lagi.
"Hmm...
Iya, Nande ambil wudhu duluan." Dengan nada setengah sadar aku menyambut
perintah Nande.
"Nande
dan Bapak sudah
siap-siap, tinggal menunggu Mejile ini." Ya, keluargaku memanggil aku dengan
panggilan Mejile yang sebenarnya kalau diartikan itu artinya adalah cantik,
padahal aku terlahir sebagai lelaki. Aku pernah bertanya kepada Bapak perihal
namaku itu, alasan aku diberi nama mejile karena aku lahir tepat pada waktu
yang cantik, yaitu jam 7 pagi, tanggal 7 bulan 7 tahun 1997 yang bertepatan
dengan tanggal pernikahan Bapak dengan Nande. Ya, sudahlah.
Baiklah
balik ke cerita, masih dalam keadaan belum sadar aku pergi ke kamar mandi. Ku
rabakan tanganku ke sekitar bak mencari sesuatu untuk mengambil air, tetapi
tanganku tak kunjung mendapatkan benda yang memaksaku untuk terus meraba.
Alhasil, ku bukakan mataku dan kulihat ternyata benar, gayungnya tidak
bertengger di sekitar bak, melainkan sedang mengapung di atas air, alias berada
di dalam bak yang airnya tepat terisi setengah. Hal itu memaksa diriku untuk
benar-benar bangun dari ketidak sadaran diriku.
Ku sapukan
pergelangan tanganku dengan seksama, ku basuhkan mukaku sepenuhnya hingga tiga
kali, kemudian dilanjutkan bagian yang lainnya, dan semua itu aku lakukan
secara tertib dan teratur sama persis dengan yang diajarkan oleh guru ngajiku
kala aku kecil. Dan aku pun bersegera melaksanakan sembahyang Subuh berjamaah
bersama dengan keluarga kecilku.
***
Pagi yang
cerah kembali menghampiri hari-hariku seperti sebelumnya. Kebetulan sekarang
bertepatan dengan hari libur sekolah aku pun seperti biasanya melakukan
rutinitasku, yakni menjadi seorang pemandu wisata kepada setiap pengunjung yang
datang ke desaku ini. Desa Bibingai. Ya, walaupun aku remaja usia 17 tahun,
tapi aku cukup handal dalam menunjukkan tempat-tempat pariwisata yang ada di
desaku ini.
Desa Bibingai
merupakan desa kecil yang dihuni oleh sekelompok masyarakat kecil yang mengais
rezekinya dari usaha bertani. Di desaku ini juga terdapat sebuah sungai nan
elok yang memotong dan membuat desa Bibingai terbelah menjadi empat bagian, Bibingai
Utara, Bibingai Timur, Bibingai Selatan, dan Bibingai Barat, yaitu bernama
sungai Bingai.
Entah
bagaimana sungai tersebut membelah desa kami ini tapi itulah kekuasaan Tuhan
yang wajib kami syukuri, sebab sungai Bingai sudah menjadi penopang hidup kami selama
ini dalam pengairan sawah dan ladang-ladang kami dari dalu hingga sekarang.
"Teroh-Teroh.
Reutah-Reutah. Samsare-Samsare." Tepat di pinggir jalan dan dengan suara
lantang aku menawarkan tempat-tempat istimewa yang ada di sekitar sungai Bingai
kebanggaan kami kepada mereka yang berlalu-lalang.
Kali ini
pemandangannya tidak seperti biasanya, sebab ada beberapa anggota tim SAR yang
aku temui di sekitar tempat dinama aku mencari wisatawan, mungkin ada sesuatu yang telah terjadi namun
entahlah aku tidak terlalu
menghiraukannya.
Satu kereta,
dua kereta, tiga kereta, dan masih banyak lagi kereta yang berlalu lalang tapi
tidak ada satu kereta pun yang berhenti untuk berwisata. Keadaan seperi ini
jarang sekali terjadi di desa kami. Biasanya wisatawan dalam negeri hingga luar
negeri selalu melimpah ruah, tapi kali ini berbeda. Dan para pemandu wisata
yang lainnya pun tidak sebanyak seperti yang biasanya, pada kemana mereka?
Sebenarnya apa yang terjadi dengan desa ini? Benakku terus bergejolak
mempertanyakan hal ini semua.
***
Ya, aku
langsung pergi menemui Pak kades dengan menaiki sepeda janda milik Nande yang aku pinjam. Pak kades yang
sedang asyik mencangkuli ladangnya yang tepat di sebelah rumahnya itu terkejut
dengan kehadiranku yang menabrak sebatang pohon rambutan yang menjadi pembatas
ladangnya itu.
"Erkai kam ku jenda, Ile[1]?"
Ya, Ile merupakan nama sampinganku di desa ini, bahkan aku lebih senang
dipanggil begitu daripada nama lahirku.
"Assalamu'alaikum
Pak kades. Pak, kenapa desa kita hari ini sepi wisatawan, padahal hari ini kan
hari libur tapi kok malah
sunyi?" Tanpa menghirup napas terlebih dahulu aku langsung menanyakan hal
tersebut kepada Pak kades.
"Wa'alaikum
salam." Dengan wajah yang polos dibarengi sunggingan kecil di bibir seraya
menghampiri dimana tempat keberadaanku. "Jadi,
kam[2]
belum tahu mengenai berita itu?" Kini ekspresi wajah Pak kades berubah menjadi lebih serius dari sebelumnya.
"Berita
kai[3],
Pak?" Sambil mengerutkan alis aku pun bertanya dengan nada serius yang
dikuasai rasa penasaran yang mendalam.
"Sebaiknya
kita membahasnya di dalam rumah saja, karena gak baik kalau ada orang yang
mendengar berita tersebut. Mari, ikut saya!" Sambil sibuk sendiri
membersihkan mata cangkul dengan kakinya dan berbisik-bisik, Pak kades
mengajakku ke rumahnya tanpa memandang ke arahku seakan tidak ingin ada orang
lain yang mengetahui ajakan Pak kades.
Ya, sama
seperti tadi yang ku bilang bahwa rasa penasaranku itu lebih besar dari
segalanya sehingga dengan sigap aku sandarkan sepeda janda milik Nande pada
dinding kayu rumah Pak kades yang berlapiskan cat berwarna kuning itu. Ya, rumah
Pak kades merupakan satu-satunya rumah yang dilapisi cat berwarna, sedangkan
rumah kami hanyalah warna abu-abu alias warna dasar semen dan selebihnya lagi
hanya warna batu bata.
Tanpa
meminta izin terlebih dahulu aku langsung masuk ke dalam rumah dan duduk. Tidak
lama kemudian Pak kades pun duduk tepat di hadapanku sehabis keluar dari kamar
mandi membersihkan kakinya dari tanah yang melekat saat mencangkul di ladang
tadi.
“Ayo
pak, sebenarnya apa yang terjadi dengan desa Binjai ini, kok hari libur seperti
ini sepi akan wisatawan yang datang ke mari yang ada hanyalah para anggota tim
SAR yang sibuk-sibuk sendiri?” Tanyaku dengan maksud langsung memulai dan
memecah kesunyian diantara kami.
“Sungguh
sangat disesali peristiwa kemarin. Sungguh tragis, kantor lurah yang menangani bidang pariwisata desa
Binjai dalam waktu dekat akan menutup desa Binjai terutama sungai Bingai
sebagai daerah wisata.”
“Maksud Pak kades peristiwa kai?
“Jadi,
kam banar-banar belum tahu Ile?"
"Lenga[4]
Pak kades." Jawabku.
"Sebenarnya
selama tiga hari ini desa kita sudah sunyi akan wisatawan. Karena tepat pada
hari Jumat kemarin sehabis melaksanakan sembahyang Jumat terjadi tragedi yang
mengenaskan, anak satu-satunya kila
Manuel mati tenggelam di Samsare.” Ekspresi Pak kades kini malah menjadi lesu seakan sedang
menyaksikan langsung tragedi tersebut dan aku dapat membacanya. “Usul punya
usul bahwa tragedi tersebut berawal saat anak kila Manuel yang sedang membawa
wisatawan tergelincir masuk ke Samsare dan tenggelam terbawa arus sungai
Bingai, sedangkan para wisatawan yang dibawa Utas semuanya selamat dan sudah dipulangkan ke daerah
mereka masing-masing. Memang kalau dilihat pada saat itu arus air sungai
Bingai tidak seperti biasanya. Alhasil, sampai sekarang mayat Utas tidak ditemukan.
Entah kenapa setiap tahun selalu terjadi kejadian seperti ini. Yang sekarang
Utas-lah yang menjadi
korbannya. Dan akhirnya, berita tersebut sudah menyebar kemana-mana. Maka dari
itu, kantor lurah bidang pariwisata desa
Binjai akan menutup desa Binjai sebagai tempat untuk berwisata karena takut peristiwa ini terjadi lagi di kemudian hari.” Kulihat Pak kades mengusap-usap
matanya yang sebelah kanan. “Memang sungguh prihatin melihat kila Manuel sibuk mencari
mayat si Utas sendirian hingga larut malam dan itu hanya sesekali ditemani oleh
tim SAR.” Sambung Pak kades.
"Innalillahi.
Jadi, Utas sudah meninggal dunia Pak kades?" Kejut batinku dan mencoba
membendung danau yang terbentuk di kelopak mataku.
"Uwe[5]
Ile. Pak kades sarankan, kam berhentikan saja kerja sampingan kam itu, dan
fokus saja untuk belajar di sekolah kam. Karena Pak kades takut korban berikutnya itu kam
Ile." Getar nada bicara Pak kades.
Penjelasan
dari Pak kades membuat aku turut sedih, seakan-akan sedihnya Pak kades
ditransfer kepadaku. Sungguh ironis memang, sebab siapa yang bisa manyangkanya,
usia tidak menjamin kapan kita akan kembali kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Utas
sahabat karibku sejak sekolah dasar. Kami selalu bermain bersama, belajar
bersama, tapi karena tuntutan ekonomi memaksa dia harus berhenti sekolah, waktu
itu saat naik ke kelas lima. Utas hanya memiliki seorang Ayah tanpa mengenal
sesosok seorang ibu yang
sudah melahirkannya. Sebab dari penjelasan kila Manuel yang tidak lain Bapak
kandung Utas, bahwa, ibu Utas
meninggal saat Utas berusia satu minggu karena kanker otak akut yang diderita.
Lagi-lagi itu semua karena keadaan ekonomi keluarga.
Semenjak
keberhentian Utas akan sekolahnya membuat kami jarang untuk bersama-sama lagi.
Aku sibuk dengan sekolahku, sedangkan dia sibuk mengais rezeki dengan bekerja
menjadi seorang pemandu wisata yang itu membuat kami bertemu hanya sekali
seminggu saat aku juga bekerja dan itu pun jarang.
Tiba-tiba
suasana menjadi hening hanya ada tiupan angin yang menyambar badan kami.
Sepertinya aku merasa keberadaan Utas menyertai aku dan Pak kades.
Mengetahui
bahwa mayat Utas belum ditemukan aku memiliki hasrat untuk turut membantu
manemukan mayat Utas sahabat karibku di sekitar Samsare. Entah bagaimana hasrat
itu datang tapi aku seperti terpanggil.
Benar
saja, setibaku di tempat kejadian aku langsung bertemu dengan kila Manuel dan
beberapa anggota tim SAR yang sedang sibuk mencari-cari sambil berenang
di sekitat area Samsare. Mereka menelusuri sungai Bingai tapi tetap saja mayat
Utas tidak ditemukan.
Tidak
sedikit masyarakat desa Binjai berpendapat bahwa jasad Utas sudah diambil oleh
roh jahat penunggu tempat Samsare, jasad Utas sudah dimakan oleh hewan melata
penunggu sungai Bingai, bahkan lebih parahnya bahwa, Utas sudah menjadi tumbal
bapaknya sendiri karena kila Manuel terkenal di desa ini sebagai seorang
paranormal yang cukup
mandraguna.
Aku
menepis semua anggapan tersebut dengan mentah. Aku yakin mayat Utas pasti bisa
ditemukan walaupun bentuknya sudah tidak utuh lagi.
"Ile,
tolong maafkan temanmu Utas kalau dia punya salah ya."
Seseorang
menghampiri dan memegang pundakku dengan nada sedih. Ku palingkan wajahku ke
arah orang yang sedang berbicara itu. Sudah ku
tebak, kila
Manuel.
Tangannya
dingin seperti es sampai-sampai tulang pundakku pun mampu merasakannya.
"Ile
pasti memaafkan semua kesalahan Utas Kila, walaupun tanpa diminta untuk
memaafkannya." Ucapku dan berharap perkataan tersebut mampu menenangkan
hatinya. "Kila, kalau diizinkan Ile ingin membantu mencari jasad
Utas."
"Sudahlah
Ile, tidak ada gunanya lagi. Kami sudah lelah mencarinya. Itu semua
sia-sia." Tukas kila Manuel penuh dengan rasa putus asa.
Aku
hanya bisa terdiam mendengar perkataan kila Manuel. Tapi itu tidak turut membuatku
putus asa juga untuk mencari jasad Utas. Aku mulai menyusuri
sungai Bingai. Karena ku tahu di
Samsare tidak ditemukan maka, ku cari ditempat lain.
Dari
Samsare aliran sungai menuju ke arah Reutah dan ku habiskan waktuku di sana
untuk mencari Utas. Ku selami sungai Bingai di Reutah tapi tidak ada
tanda-tanda bahwa mayat Utas ada di sana.
Aku
semakin terpanggil untuk terus menyusuri sungai Bingai yang akhirnya berujung di
Teroh-Teroh. Aku pun kembali menyelam dan mengitari areal Teroh-Teroh. Waktu semakin
senja, lelah kini menguasai badanku.
Ku
sepakati diriku untuk beristirahat sejanak. Mataku terpaku mengarah ke sebatang
pohon yang berada di pinggir sungai yang mengapung. Batang pohon tersebut
membuat aku melamun membayangkan persahabatan kami berdua ternyata berakhir
secepat ini.
Semakin
dalam ku tatap batang pohon tersebut semakin dalam pula ingatanku akan Utas. Ku
perjelas fokus mataku manatap batang pohon yang mengapung di pinggir sungai itu seperti ada yang
aneh. Ku coba untuk menyeberangi sungai dan ku lihat ternyata... "Utas..."
Sentakku ketika ku lihat sebatang pohon tadi menjelma menjadi sosok Utas.
Aku
mengenali betul pakaian yang dikenakannya setiap hari kala mencari wisatawan,
baju hijau pudar lengan puntung. Langsungku angkat jasad Utas dari dalam
sungai.
Aku
tidak bisa menerimanya, badan Utas lembam penuh belatung dan membusuk. Kini air
mataku tidak dapat aku bendung lagi. Rasa penyesalan terus berkecamuk dalam
batinku.
Langsung
aku berlari memberitahu kila Manuel mengenai keberadaan jasad Utas tersebut. Masyarakat
berbondong-bondong ingin melihatnya. Peristiwa injak-menginjak dan
dorong-mendorong pun terjadi seperti tidak percaya terhadap kenyataan.
Karena bau busuk
dan tubuh Utas sudah dipenuhi oleh belatung, tanpa mengulur waktu lagi setelah memastikan bahwa
mayat itu memang Utas memalui pengenalan pakaian dan tingginya. Dikarenakan muka dan bentuk tubuh Utas sudah tidak
sempurna lagi maka, jasad Utas langsung dibungkus dengan kain kafan dan di
sembahyangkan oleh beberapa warga setempat, serta dikubur di sekitar areal
Teroh-Teroh. Kemudian semuanya berbondog-bondong pergi ke rumah kila Manuel
untuk menghadiri upacara adat kematian.
Di
rumah duka, acara adat atas kematian Utas diselenggarakan penuh dengan isak
tangis keluarga dan sahabat dekat kila Manuel. Pak kades, Nande, dan Bapak pun
ikut datang untuk menyampaikan doa dan rasa duka mereka.
Saudara
kila Manuel satu persatu menyampaikan rasa kesedihannya dengan menggunakan
bahasa Karo yang kental.
"Anak si sada udah tiada siapa yang merawat kam Bapak? Anak si
sada lenga pesehna cita-citana[7]." Sambung
Nande uda Utas.
Tidak
ada warga dan sanak saudara yang tidak menangis saat menyampaikan kesedihannya
satu persatu, begitu juga denganku.
Usai
sudah prosesi menyampaikan rasa kesedihan, kemudian dilanjut dengan acara makan bersama. Makan
bersama di sini bertujuan untuk penghormatan terakhir dan ucapan terima kasih
kepada segenap orang yang sudah hadir dan turut ikut berdoa.
Semua
prosesi adat kematian sudah dilaksanakan sesuai ketentuan adat Karo. Malam pun
semakin gulita. Nanyian jangkrik melepas kesunyian di rumah kila Manuel. Doa
beribu doa sudah disampaikan untuk Utas agar ia tenang di sana.
Akhirnya
aku bersama Bapak dan Nande pulang ke rumah. Di sepanjang jalan aku memikirkan
kejadian ini dan sungguh sulit untuk aku percaya. Aku malah berpikir bahwa Utas
masih hidup, dia hanya bermain-main dan tidak pulang kerumah hanya untuk waktu
sebentar, dia pasti pulang ke rumahnya dan bertemu kembali dengan bapaknya.
Saat
di jalan menuju rumah tiba-tiba hujan mengguyur lebat dan membasahi badanku, tapi ku lihat
badan Bapak dan Nande tidak basah, sama sekali tidak basah. Sentak aku langsung
berteriak memanggil kedua orang tuaku sekeras mungkin.
Dan
aku pun tersentak saat
ku rasakan percikan
air ke wajahku.
"Mejile bangun,
udah ditunggu itu sama Utas di depan pintu." Nande membangunkanku untuk
yang kedua kalinya.
"Nande
ini jam berapa?" Tanyaku yang disertai degup jantung yang kencang. Ku
palingkan wajahku ke arah jam dinding yang masih berdetak-detak itu, ternyata
menunjukkan jam 9 pagi. Jadi, tadi itu apa?
"Jam
9. Makanya habis sembahyang itu jangan tidur. Sudah kam temui Utas, sudah lama dia
menunggu di depan pintu."
Tanpa
berpikir panjang dan tanpa mencuci muka terlebih dahulu aku langsung menuju ke
depan pintu dan kulihat sesosok bayangan hitam sudah berdiri di sana. Semakin aku mendekat
ke pintu semakin jelas bayangan tersebut. Kulihat dengan hati-hati dan
ternyata...
"Ile,
lama kali kam bangun. Ayo kita kerja mencari wisatawan, kalau ada peluang
sikit-sikit bisalah kita ambil selembar atau dua lembar uang wisatawan itu. Ayo
cepat, aku udah nunggu kam..."
Rasa
lega mengguyur seluruh tubuhku seperti diguyur segarnya air sungai Bingai. Senang rasanya
masih bisa melihat dan mendengar suara sahabat karibku itu. Tak ku hiraukan
saat dia berbicara panjang lebar di sepanjang perjalanan melainkan, menatapnya dengan rasa gembira sambil
tersenyum dan terus bersyukur kepada Tuhan bahwa itu semua hanya mimpi.
[1] Erkai
kam ku jenda, Ile: Ngapai kamu ke sini, Ile?
[2] Kam: Kamu
[3] Kai: Apa
[4] Belum
[5] Iya
[6] Hai,
anak saudaraku, kenapa kamu cepat tingalkan kami. Ayahmu sendirian di rumah
[7]
Anak satu-satunya sudah tiada siapa yang merawat Ayahmu? Anak satu-stunya belum
raih ceta-citanya
[8]
Tenanglah kamu, sudah tenanglah hidupmu di sana, kami rindu sama anak si satu
ini